Senin, Maret 22, 2010

Pesan Dari Berkeley
Oleh: Condra Antoni
Berikut adalah cuplikan dialog saya dengan dosen, orangtua, mentor, dan Guru saya, Ibu Yusmarni Djalius( Ibu Iman) yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Berkeley. Sedikit saya kutip profile singkat beliau dari FB:
Education and Work
Colleges
Michigan State University, Alum '93
Universtitas Andalas, Alum '86
Employer
University of California, Berkeley
Position : Ph.D Student
Time Period : August 2009 - Present
Location : Berkeley, CA
Berikut adalah cuplikan dialog saya dengan beliau. Semoga bermanfaat
Ayah
askum...
ibuuuu.........
horeee.....
hore......
8:45amIman
waalaikum salam ayah :)
alhamdulillah, akhirnya kita conected, ibu sebelum berangkat gak sempat kasi tahu condra
8:46amAyah
iyaa.....
seolah ibu disappear in the crowded
he..h.e.h
8:47amIman
aduuuh mesti hepi banget sdh jadi ayah anak yg cakep n sehat ya...
8:47amAyah
Alhamdulillah, Bu
8:47amIman
iya... maaf
btw condra tau ibu sdh tdk di Padang lagi kan?
8:48amAyah
iya
tapi gak tau juga harus nanya sama siapa
nina and tia jarang2 kontak juga
8:49amIman
iya saya ingat condra tapi krn gak tau accountnya saya tadi pagi nanya Tia dia yg kasi tau...
8:50amAyah
iya bu..
ibu ngambil apa di sana?
8:50amIman
Btw di internet waktu temen buka nama ibu ada juga keluar tulisan condra ttg dialoh kita dulau...
8:50amAyah
american study lagi?
8:51amIman
enggak ibu ambil intelectual history/ political thought
8:51amAyah
i see
kapan ibu berangkatnya?
8:51amIman
ibu di Berkeley program paling cepat 5 tahun dg full scholarship dr berkeley kewajiban mengajar 2 tahun disini...
sudah sejak agustus tahun lalu...
8:53amAyah
waduh...lama ya...
mudah2n aja bisa ke sana saya
he..h.e
8:54amIman
iya malah ada yg sudah tahun ke 7 tapi belum selesai.. PhD di amerika memang lama karena harus ambil course tdk bisa langsung by research. Tapi ibu enggak keberatan ibu senang diberi kesempatan oleh Allah belajar lagi...
8:54amAyah
iya bu...
mudah2n senantiasa dimudahkan Allah..
8:55amIman
Amin ya Rabbal alamin. Ibu bangga Condra sukses di batam...
8:55amAyah
terima kasih, Bu...
8:55amIman
oh iya apa condra sekarang ada waktu? ibu mau diskusi sedikit...
8:56amAyah
ada bu...
sehrian bisa
he..h.eh.
8:56amIman
kalo enggak ada waktu sekarang nanti saja..
8:57amIman
:) wah mantap! :) baiklah... ibu masih ingat tulisan condra yg ada di internet di info ttg ibu.. itu tentang materi dan esensi hidup...
8:57amAyah
iya bu..
ibu sempat baca ya?
he.h..eh
8:58amIman
klo gak salah maksud ibu... yg analogi condra seperti dua telinga yg enggak ankan pernah ketemu...
ibu mau bilang materi dan idealisme or esensi hidup itu bukan maksud ibu bilang seperti yg tertangkap oleh condra...
9:00amIman
maksud ibu materi atau harta hanya semata2 alat yg seperti pisau dapat menjadi anugrah sarana penyalamat hidup ditangan ahli bedah, tetapi
9:02amIman
dapat menjadi bencana ditangan yg tak baik.. jadi artinya seseorang tetap dapat berada ditengah kelebihan materi tanpa dia menjadi tumpul nuraninya... malah itu menjadi baik baginya bila dia menggunakannya untuk kebaikan, menjadi pelapang bagi yg sempit, peringan bagi yg berat, pendamai bagi yg gundah...
haloooo.... condra masih disana n ggak bosan?
9:03amAyah
masih bu...
saya merenungkan...
gak mau motong sebelum ibu selesai
:)
9:04amIman
ooohhh baik... ibu ingin sekali bicara banyaakkk...
9:05amIman
itulah berharta itu suatu cobaan yg apabila bisa dilewati dengan baik akan menghantarkan kita pada kesadaran bahwa sesungguhnya kita ini miskin semata karena yg maha kaya dan meminjamkan sedikit saja dr kekayaannya pada kita adalah Allah.
9:05amAyah
iya bu...
9:06amIman
meminjamkan agar kita bisa menguji hati kita sendiri dalam kesenangan....
jadilah lentera bagi kehidupan yg cuma sejenak ini...
9:07amAyah
iya bu...
9:07amIman
ada petuah HDP Sati Alimin (penulis capita selekta Natsir) yg ibu anggap guru ib waktu ibu hidup SMA dikampung..
9:10amIman
dia bilang: "serugi2nya orang adalah oranga kaya yg orang lain tidak meminta padanya, orang bagak (berani) tapi orang tidak berlindung padanya, orng berilmu yg org tidak bertanya padanya...
sebaliknya juga terjadi...
9:10amAyah
iya bu...
9:14amIman
ibu hanya ingin menjelaskan pada Condra a[pa yg ibu maksud dulu materi dan idealisme tidak selalu harus berbenturan... semoga banyaklah orang yg menjadi kaya supaya dia dapat membantu meringankan beban dan berbagi kasih dengan sesama... kalau dengan kekayaan kita bisa membantu, maka itu mesti kita syukuri. Hanya jangan terlarut sehingga kita jauh dari tujuan hidup yg sudah kita perjanjikan pada Pencipta kita. bagaimana tanggapan condra... apakah jawaban itu waktu itu mengecewakan condra..
9:14amAyah
bukan mengejutkan, Bu
9:14amIman
??
9:15amAyah
tapi gak pernah kepikiran pandangan Ibu seperti itu
he..h.eh.e
9:15amIman
pandangan yg seperti apa?
9:15amAyah
kemungkinan menyandingkan materi dan intelektual
9:16amIman
waktu itu ibu hanya ingin menentramkan condra yg sedang gundah karena dihadapkan pada pilihan itu...
intelektualitas itu cultured dan nurtured
kira kira sekarang apa condra mengerti maksud ibu?
9:17amAyah
mungkin ketika saya menulis respon atas nasehat ibu kurang tepat
tapi tahukah ibu cita2 anak ibu ini lebih kurang 5 bulan setelah tulisan itu?
sampai hari ini?
9:18amIman
eh bukan itu maksud ibu... ibu ingin condra dapat melihat nya dalam perspektif yg tepat
tidak, apakah itu?
9:18amAyah
menjadi profesor kaya raya, punya kampus sendiri namanya Islamic University of Technology di Muaro Sijunjung pada tahun 2025!
9:20amIman
wah.... itulah... kalau bisa menjadi menyuluh kegelapan hidup kenapa tidak, kaya tidak dosa, miskinpun jadi dosa kalau kita kufur... semoga diwujudkan Allah, tapi jgn univ of tech dong... teknologi bisa dibeli .. kearifan tidak ada yg menjuual... :)
apa tanggapan condra ttgpenjelasan ibu diatas...
9:22amAyah
tanggapan saya, di permukaan gak masalah kiranya kalau technolgy di cuatkan
9:22amIman
Universitas lengakp saja sains n tech dg penekanan pada humaniora///
9:22amAyah
yess bu...
itu dia...
9:23amIman
kita harus juga mendidik persepsi orang... buktikan univ yg tidak mencuatkan tekno tapi excell di teknology.. gimana?
9:23amAyah
menurut saya, menyandingkan islam-technology kiranya bisa mengakomodir saran ibu
9:24amIman
mengenai diskusi ibu ttg materi n intelectualitas diatas apa tanggapan condra?
ya Universitas islam yg membangkitkan kebanggan zama cordova kenapa tidak??
9:24amAyah
iya bu...
9:25amIman
ah ayah sudah semakin arif... :)
9:25amAyah
he..h.e ah ibu...
9:25amIman
salam buat ibunya Rangkayo dan cium sayang buat Rangkayo kito... **
9:25amAyah
dominan berkat kata2 ibu di awal di Batam
insya allah bu..
barusan saya sms Ummy Rangkayo, kalau lagi chat sama Ibu
pasti Ayah senang sekali, katanya
9:26amIman
ibu lupa ibu bilang apa di Batam, dulu? garis besarnya?
9:26amAyah
katanya
9:27amIman
hahaha salam kenal dan sayang buat Umi...
semoga satu waktu bisa bertemu...
9:27amAyah
amiin
ya itu bu...
yang kita diskusikan hari ini
yang saya ingat seperti ini:
9:29amIman
oooh ibu lupa apa kita juga diskusi ttg itu... ibu sering lupa apa yg sudah ibu bilang makanya ibu kepengen banget menjelaskan ke Condra...
9:29amAyah
Condra, orientasi materi bukan berarti memupuskan ruh intelektualitas. Namun justru materi bisa mempercepat bertambah kuatnya intelektualitas itu sendiri.”
ini bu..
9:31amIman
oohh hehehe... menambah kuat kalu dipakai sebagai penyedia fasilitas untuk itu misal kita bisa sekolah dg biaya sendiri dg begitu kita tdk tergantung beasiswa dan beasiswa yg utk kita dapat dipakai buat mempercepat pencapaian kematangan intelktualitas org lain...
9:32amAyah
betul, bu...
9:32amIman
yg tidak mampu dg begitu akan cepat tercapai pengentasan mebodohan dan kemiskinan bangsa.. itu makd=sud ibu hehehe... cuma tdk dielaborasi penjelasannya waktu itu ya...
9:33amAyah
iya bu...
kalau ibu gak keberatan, diskusi ini saya publish di blog
model "dialog" Plato ala FB
he..h.eh.e
lebih kurang
9:33amIman
silakan Chondra semoga bermantaaf eh bermanfaat....
wah masih jauh panggang dari api dibanding dg Plato-Aristoteles.. ibu jadi malu... kita anggap ini sharing pemikiran
9:35amIman
wah ibu jadi ingat waktu Chondra todong wawancara setelah capek mengajar dari pagi dan baru selesai mengajar Semantics kalau gak salah hehehe....
9:36amAyah
he.h.e..heiya bu...
9:37amIman
ibu jadi kepengen baca lagi wawancara itu tapi entah dimana korannya... ibu ridu dg mahasiswa yg kreatif... btw ibupun sekarang mahasiswa juga hehehe...
9:37amAyah
he..h.e.he
kalau di kampung ada sih bu...
9:40amIman
ibu bangga dengan Ayah Rangkayo... :) semoga selalu dibimbing Allah dijalan yg lurus! amiiinnn....wah ibu mesti shalat magrib nih...
9:40amAyah
amiin..
baik bu
o ya
ada kiriman foto2 cucu ibu
di message
FB ibu
9:42amIman
alhamdulillah, terimakasih salam sayang buat Umi dan Rangkayo semoga bisa jadi patner ayah dalam kebaikan kelak. amiiin YRA....
9:42amAyah
amiin
sehat2 ya bu....
9:42amIman
amin terimakasih Chondra. Chondrapun sekeluarga semoga sehat walafiat...
9:43amAyah
amiin
Seluruh »»

Minggu, Februari 28, 2010


Rekayasa Batin Publik Dalam Wacana Pajak PSK
Oleh: Condra Antoni
(Pengkaji Wacana dan Dosen Politeknik Batam)

Booming wacana pemungutan pajak 10% yang dicuatkan ke publik beberapa waktu lalu— sampai ke tingkat nasional(lihat Media Indonesia, 15 Februari 2010 dan Kompas, 16 Februari 2010)—oleh, Riki Sholihin, salah satu anggota DPRD Batam dapat dilihat sebagai upaya rekayasa batin publik.

Menurut Sakban Rosidi (2007) praktek berwacana (discursive practice) tidak hanya untuk menyampaikan pesan tapi untuk memperjuangkan kepentingan. Dengan demikian, praktek berwacana bukan hanya untuk mengarahkan, tapi membatasi perhatian dan merekayasa batin khalayak sasaran.

Inilah kiranya yang coba dicuatkan oleh Riki Sholihin. Kalau kita perhatikan, bahwa di media massa Batam akhir-akhir ini, nama Riki Sholihin jarang muncul dibandingkan dengan anggota DPRD Batam yang lain. Bisa ditelusuri bahwa nama-nama yang mencuat ke media massa adalah Surya Sardi, Riki Indrakari, Aris Hardy Halim, Udin P Sihaloho, danYudi Kurnain.

Dilihat dari posisi dan tingkat popularitas pengusung wacana sebagai publik figur, maka ada upaya sang legislator untuk menarik perhatian publik dengan berwacana. Layaknya sebuah entitas, wacana akan menarik perhatian kalau ia berbeda dengan yang lain. Pemungutan pajak 10% untuk PSK menjadi menarik perhatian karena ia berbeda. Di saat arus utama wacana meningkatkan Pendapatan Asli Daarah (PAD)melalui aneka pemungutan pajak melalui pajak kendaraan dan pajak penghasilan yang umum dan lazim, maka pajak PSK 10 % tentunya menjadi sorotan karena ketidaklazimannya. Alasannya, PSK adalah profesi yang senantiasa diperangi di negeri ini. Lalu tiba-tiba muncul pemikiran untuk mengenakan pajak pada profesi tersebut.


Dengan mengembangkan wacana pajak PSK 10%, ada upaya rekayasa batin publik dengan tujuan akhir masyarakat bisa menerima wacana tersebut dengan berbagai pertimbangan yang masuk akal. Karena sebuah wacana biasanya dimunculkan dengan argumen-argumen yang logis. Wacana pajak 10% dari PSK, misalnya menurut Riki Sholihin, karena PSK yang beroperasi di panti rehabilitasi berubah menjadi lokalisasi.



Dari alasan Riki tersebut bisa dipahami bahwa kekuatan argumentasinya terletak pada fungsi substansial dari Panti Rehabilitasi.Layaknya sebagai pusat rehabilitasi, tentunya para penghuni fokus pada pembekalan diri untuk memiliki keterampilan keras (hard skill) seperti menjahit, buka salon, dan sebagainya. Di samping itu, penghuni dibekali dengan keterampilan lunak (soft skillI) seperti motivasi, berpikir kreatif, termasuk moralitas dan kaidah-kaidah keimanan.

Dalam praktiknya, Panti Rehabilitasi Sosial non Panti Teluk Pandan (PRSNTP) justru hadir dalam dua wajah. Di saat lokalisasi yang lainnya digusur, maka PRSNTP makin ”dilegalkan ” dalam balutan rehabilitasi. Panti rehabilitasi sejatinya murni untuk transformasi PSK menjadi tenaga-tenaga terampil. Namun dalam implementasinya berubah menjadi pusat rehabilitasi-lokalisasi. Sebuah perpaduan dua wajah antara rehabilitasi dan lokalisasi yang ”legal.” Terbukti dengan kontribusi Pemko Batam melalui Dinas Kesehatan yang melakukan pemeriksaan berkala dan sosialisasi kondom di tempat tersebut. Kiranya Riki berpendapat, daripada setengah-setengah, tentunya lebih baik benar-benar dilegalkan saja. Karena mereka diberikan fasilitas oleh pemerintah untuk berketerampilan dan memilih jalan hidup selain PSK. Tapi dalam praktiknya, mereka juga mencari penghasilan. Lalu sebagai kumpulan pekerja yang dilokalisasikan, dapat disinyalir bahwa mereka diwajibkan ”pungutan” selain pajak. Sejatinya, ini adalah kritik untuk Pemerintah Kota Batam yang cenderung menerapkan kebijakan layaknya menggenggam bara di PRSNTP.


Selain itu, Riki Sholihin secara tidak langsung mengajak anggota DPRD Batam lain untuk berpikir ”kreatif.” Dengan kata lain, thinking beyond the line. Dalam tataran kekinian, jarang ditemukan pemikiran-pemikiran revolusioner legislator yang bisa menyentuh langsung kepentingan rakyat. Legislator cenderung bekerja melakukan hal-hal rutinitas teknis seperti SIDAK, kunjungan keberbagai institusi dan industri, serta mendengarkan dan menghimpun suara konstituen, namun belum dibarengi dengan solusi-solusi kreatif-konstruktif. Dengan kata lain, kapasitas legislator cenderung sebagai pekerja (doer), tapi minim pemikir (thinker). Maka dari itu, pemikiran Riki menembus kaidah-kaidah konvensional dengan mengajukan sebuah pemikiran ”kreatif” yang jarang terpikirkan oleh yang lain.

Terlepas dari kontroversi idenya, Riki Solihin di satu sisi mencoba mengajak legislator yang lain untuk bergerak dalam tataran pemikiran cerdas bagi peningkatan kualitas ekonomi masyarakat. Rekayasa batin publik dalam konteks ini adalah untuk mengajak rakyat bersama-sama menuntut kreatifitas wakil mereka di parlemen lebih dari sekedar melakukan SIDAK, kunjungan, dan temu ramah dengan konstituen. Ada agenda yang jauh lebih besar dari itu. Kegiatan-kegiatan tersebut hanyalah sebagai sumber inspirasi untuk melakukan terobosan-terobosan besar-konstruktif untuk kepentingan rakyat. Sebab yang ada baru sebatas mengkritik dan mencari kesalahan pihak-pihak yang dianggap melanggar kepatutan, peraturan, dan norma-norma yang ada, belum pada tataran penyelesaian masalah dan monitoring efektifitas penyelesaian tersebut.

Sebagai kesimpulan, wacana berhubungan erat dengan kekuasaan. Wacana adalah elemen taktis yang beroperasi dalam kancah kekuasaan, demikian tesis Michel Foucault.

Hubungan wacana dengan kekuasaan memunculkan apa yang disebut dengan wacana politik. Keluaran (output) dari wacana politik adalah hegemoni. Sebuah hegemoni, sebagaimana yang di gagas Gramsci, bukanlah pemaksaan untuk membenarkan pendapat penguasa. Namun, hegemoni adalah sebuah upaya untuk menggiring rakyat melakukan dan membenarkan pendapat dan keinginan penguasa dengan sukarela.

Wacana pajak 10% untuk PSK yang diusung oleh Riki Sholihin bisa dikatakan upaya hegemonik legislator untuk merekayasa batin publik dalam rangka meningkatkan popularitas yang belum ”menyala”.

Di samping itu, wacana ini layak dimaknai sebagai kritik terhadap pemerintah dan anggota legislatif untuk menguatkan posisi dan kapasitas sebagai wakil rakyat, serta berlaku tegas dan jelas dalam suatu kebijakan, terutama kebijakan-kebijakan ironi.



Seluruh »»

Senin, Januari 25, 2010



Lowongan PT Summit Oto Finance

Seluruh »»

Selasa, Januari 19, 2010


LOWONGAN PT ESCO
Fast-Track Your Career
JOIN US!
Why?
- Global Company
- Challenging Job
- Training/Development/Growth Provided
- Accommodation Provided

Location: Lobam, Bintan, Indonesia

About Esco
Founded in 1978, Esco is a rapidly-growing leader in controlled environment laboratory and cleanroom equipment solutions. Esco manages an international sales, service and marketing organization through offices in 8 countries and distributors in 100 nations. Our customers are the world’s leading life sciences, biomedical and pharmaceutical research institutions, including Harvard, Pfizer, Glaxo Smith Kline (GSK) and Stanford. Visit our web site at www.escoglobal.com for more information.

1. Electrical Engineer – 3 vacancies

Responsibilities:
- Prepare electrical assembly instruction such as electrical wiring, component layout, etc
- Liaising with production supervisor/ engineer for product scheduling and flow to fulfill export schedule
- Improve electrical assembly process in order to reduce waste and increase efficiency
- Supervise electrical QC process and provide a better test procedures
- Troubleshoot electrical problem and provide fast solution and prevention action

Requirements:
- Diploma/Bachelor degree of Electrical Engineering
- Familiar in AutoCAD, Microsoft Visio, and /or other similar software
- Good knowledge in IEC-61010,TUV, UL, ISO9001,ISO 14000
- Good attitude and communication skill
- Able to draw single line drawing
- Have good knowledge in AC motors, relays, electronic ballast, EMC, electrical safety standard, PLC Siemens, etc.
- Able to work under pressure and tight schedule
- Good command in written and spoken English
- Self-motivated, strong initiative and effective communication
- Willingness and ability to work in a cross functional team environment
- Able to work in Lobam, Bintan, Kepulauan Riau











2. Electrical Projects Engineer – 1 vacancy

Responsibilities:
- Concept-to-completion development of electrical, automation, PLC-based systems.
- Includes preparing costings, designing test rigs, compiling hardware design specifications, electrical systems design, sourcing/integrating off-the-shelf components (motors/drives/sensors/valves/PLCs/HMIs), testing/validation, documentation/training/handover.
- Seasoned electrical systems engineer able to deliver quality projects/designs on time and within cost budget.
- Independent, able to manage own project plan/budget/schedule.
- Team player, able to integrate with a cross-functional team, to deliver a validated, documented, quality electro-mechanical system on time and within budget.

- Requirements:
- Degree in Electrical or Instrumentation Engineering.
- 3+ years of experience in designing PLC-based machine/electrical control systems.
- Knowledge of PLC-programming (Allen Bradley, Siemens, Mitsubishi, etc.) a must.
- Project management experience a must.
- Good English communication skills.
- Strong in Math and design conceptualization.
- Prepared to go the extra mile.
- Able to work in Lobam, Bintan, Kepulauan Riau

3. Embedded Hardware Engineer – 1 vacancy

Responsibilities:
- Utilizing strong intra-personal, communication and technical skills, performs PCB and system level Embedded Hardware design in the development of new products.
- Performs detailed board-level power, analog, and some digital design.
- Develops detailed, complete, and accurate system, subsystem, and component level hardware specifications.
- Tests hardware to rigorous and complete test plans, to ensure the highest level of product reliability.
- Executes projects both as a member of a larger project team as well for stand-alone hardware projects. May lead small team of Electronics Engineers (on and off shore) or perform Electronics Engineering tasks as an individual contributor.
- Working alongside other Engineering and cross-functional team members, identifies and implements projects for design optimization which include quality improvements, vitality through minor upgrades, design for assembly, cost reduction, and design for sustainability.
- Executes projects within performance, schedule, and budget constraints through all phases of product development, from planning stages through design, prototyping, testing, and release to production. Ensures design is thoroughly documented and meets all requirements.
- Conducts or updates Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) on designs. Conducts Root Cause Analysis (RCA) on existing product failures and develop solutions for same and guides design choices to maximize reliability.
- Working with legal counsel, prepares information for patent applications as necessary.
- With guidance from the Regulatory Affairs team, acquires required agency approvals such as, U.L., C.S.A. and CE and other product certifications.
Requirements:
- Bachelors in Electrical or Computer Engineering, or equivalent degree
- 3 to 8+ years experience in the design of analog and power board-level circuit design.
- Ability to lead small team of Engineers as a project leader.
- Experience with board-level analog and power design. Excellent understanding of the following: DC-DC converter circuits, amplifier circuits, temperature measurement circuits and technologies, motor control circuits utilizing relays and triacs, comparators, transformers, Analog to digital conversion and vice-versa. Low noise design experience preferred.
- Analog and digital circuit simulation in a software package such as Mentor Graphics Hyperlynx Analog simulation or Linear Technology LTspice
- Proficiency with schematic capture, electrical design simulation, design for electrical thermal performance, design for EMI/EMC, PWB design and layout, design for low power operation.
- Ability to review schematics and PCB layouts to ensure optimal analog circuit performance.
- Proficiency in the use of soldering equipment, oscilloscopes, meters, and data loggers.
- Experience implementing motors, compressors, fans, relays, switches, harness design, and related components.
- Must be a self motivated, innovative, results oriented team player.
- Must have strong written and verbal communications skills
- Experience working with and/or coordinating activities of offshore design service providers is a plus.
- Design for Six Sigma (DFSS) skills or other statistical tool usage is a strong plus.
- Experience utilizing a rigorous and structured design process to reduce design cycle time and improve design quality a strong plus.
- Experience with the design of temperature control systems is a plus.
- Experience creating designs to be produced in multiple global manufacturing sites is a plus.
- MS Office fluency is a plus (MS Word, Excel, PowerPoint, Outlook.)
- Some travel may be required
- Able to work in Lobam, Bintan, Kepulauan Riau


4. Asst. Store Supervisor – 2 vacancies

Responsibilities:
- To assist store supervisor in supervising a team of store-men, allocating duties and ensuring that the duties are done
- To assist in managing day-to-day store operation, including control and checking all receiving materials, parts, and tools, responsible for accuracy in physical stock, stock requisition, distribution, inventory control, etc.
- Coordinate with purchaser to make sure smooth material flow production
- Perform proper documentation of inventory
- Perform any other related duties as assigned
Requirements:
- Diploma from any fields
- Able to drive forklift (preferred)
- Preferably has experience working in warehouse or logistic
- Good command in written and spoken English
- Able to work under pressure
- Proficiency in Microsoft Excel is a must
- Willing and able to work in a cross functional team
- Meticulous and attention to details
- Fresh graduates are welcomed to apply
- Able to work in Lobam, Bintan, Kepulauan Riau


5. Store Clerk – 1 vacancy

Responsibilities:
- Updating stock material and transaction into the system
- Make sure the accuracy of the inventory
- Reporting the status of inventory for recording purposes
- Auditing the accuracy of the stock to the shop floor

Requirements:
- Diploma or bachelor degree in Economics, Management, Administration or any relevant field
- Proficiency in Microsoft Excel is a must
- Preferably 1 year experience in administration duties
- Good command in written and spoken English
- Willing and able to work in a cross functional team
- Meticulous and attention to details
- Able to work in Lobam, Bintan, Kepulauan Riau




6. Accounting Payroll – 1 vacancy

Responsibilities:
- Handle full set of accounts; co-ordinate and ensure monthly closing with stipulated deadlines
Manage and ensure compliance with all accounting, tax, statutory, legislative requirements and group policies
- Responsible for monthly payroll calculation including PPh 21, overtime, absenteeism, bonus, etc
- Responsible for updating employee status and handling claims related to Jamsostek
- Responsible for handling petty cash
- Any other duties assigned


Requirements:

- Bachelor degree in Accounting
- At least 2 years working experience in related fields
- Good knowledge in overall accounting system
- Able to work under pressure and tight deadlines
- Meticulous and attention to details
- Excellent numerical skill
- Good command in spoken and written English. Ability in Mandarin is a plus
- Computer literate, esp in Excel
- Able to work in Lobam, Bintan, Kepulauan Riau

Interested candidates are invited to write in with a full resume, stating present/expected salaries, and enclosing a recent photograph to hrbintan2@escoglobal.com





Seluruh »»

Rabu, Desember 16, 2009

Pergantian Tahun dan Tanggungjawab Terhadap Harapan
Oleh Condra Antoni
http://riauhariini.com/opini.php?go=isi&id=27

Dalam tataran realitas kasat mata barangkali kita pernah berharap memperoleh sesuatu lalu tiba-tiba suatu hari kita mendapatkan sesuatu tersebut. Padahal kita merasa tidak pernah melakukan apa-apa untuk mendapatkannya. Lalu kita menganggap bahwa itu hanya kebetulan saja. Dan kita lupa tentang hal itu.
Erbe Sentanu, adalah orang yang sangat concern tentang hal ini. Melalui karya fenomenalnya Quantum Ikhlas dan the Miracle of Zona Ikhlas ia menyadarkan kita bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya adalah kesengajaan Tuhan.
Ketika kita mendapatkan sesuatu yang kita harapkan tanpa merasa pernah berusaha, sesungguhnya itu bukan kebetulan. Bukankah dengan berharap kita dengan sadar dan sengaja mengaktifkan niat kita untuk memperoleh sesuatu? Karena kita berharap dengan sengaja, maka logis dong kalau kita mendapatkan apa yang kita harapkan walaupun tidak ada usaha fisik misalnya. Sebab, di level Quantum sebenarnya tidak ada batasan usaha fisik yang ”padat” dengan niat yang ”tidak kasat mata.” Para ilmuwan Quantum meneliti apa sebenarnya yang terjadi ketika sebuah benda di belah terus-menerus hingga ke tingkat materi yang sangat kecil. Dan materi terkecil itupun terus dibelah lagi dengan alat pemecah atom sampai tak terlihat hingga berubah menjadi energi yang terhalus. Energi itulah materi dari semua yang ada di semesta ini. Dan energi itu bersifat non local, bisa berada dimana saja dalam waktu yang sama, serta cenderung mencari frekuensi yang bersesuaian dengannya (Erbe Sentanu, 2007)
Dalam kajian Quantum disebutkan bahwa kalau kita berharap sepenuh hati, maka kita dengan izin yang Maha Kuasa akan memperoleh harapan itu dengan lebih mudah tanpa perlu ngotot berusaha. Yang penting yaitu kata kuncinya, berharap sepenuh hati. Yang namanya sepenuh hati, tentunya kita melakukannya dengan damai, indah, dan membayangkan harapan kita itu seolah sedang mewujud di depan mata kita. Persis seperti kita jatuh cinta. Karena jatuh cinta itu sepenuh hati, maka kita merasakan semuanya indah dan damai dan kita bisa dengan jelas membayangkan wajah, senyum, dan sapa dari orang yang kita cintai tersebut.
Lalu harapan yang sepenuh hati akan itu mencari energi yang berfrekuensi sama dengannya. Ketika kita mengharapkan rumah baru misalnya, maka energi harapan itu menyebar mencari frekuensi rumah baru seperti yang ada dalam harapan kita.
Menurut Erbe Sentanu, harapan kita itu akan mewujud ketika kita melupakannya. Sebab ketika kita masih mengingatnya ternyata kita masih berada di zona nafsu. Dan harapan yang mewujud itu adalah harapan yang ada di zona ikhlas. Ciri-cirinya, saat kita mendapatkan harapan kita yang sepenuh hati itu di saat kita sudah lupa tentangnya.
Tugas kita kemudian adalah mensyukurinya. Karena kalau tidak, kalau kita menganggap itu hanya kebetulan belaka, akan sangat mungkin itu hanya akan terjadi satu kali saja seumur hidup kita. Sebab, kalau kita tidak bersyukur maka yang kita sebut kebetulan itu menjadi malas lagi untuk hadir dalam hidup kita. Bukankah Tuhan mengingatkan untuk senantiasa bersyukur agar mendapat nikmat yang berlimpah? (Q.S. Ibrahim: 7)
Dengan demikian, pergantian tahun ini adalah momentum untuk berharap sepenuh hati tanpa nafsu. Dengan kata lain, berharap dengan lebih sengaja dan ikhlas. Kalau kita mau memilah, ada dua pergantian tahun yang berdekatan. Pertama, pergantian tahun Hijriyah. Ini merupakan momentum bagi umat Islam untuk berharap supaya Islam menjadi inspirasi di setiap langkah kita mencerahkan umat manusia, membawa pesan damai dan energi rahmat bagi semesta. Kedua, pergantian tahun Masehi, supaya dengan bertambahnya hitungan tahun dari 2009 menjadi 2010 maka bertambah pula kualitas sukses hidup kita.
Lalu ketika keduanya terwujud di tahun berikutnya maka tanggungjawab kita adalah bersyukur sepenuh hati. Sebab kadang tanpa kita sadari, ketika berharap kita melakukannya sepenuh hati, tapi ketika bersyukur kita melakukannya setengah hati. Sekiranya di tahun berikutnya kita merasa harapan kita tidak mewujud, tentunya yang kita lakukan bukan menyalahkan Tuhan, atau menyalahkan tulisan yang sedang Anda baca ini. Selayaknya kita memeriksa hati masing-masing ketika berharap, apakah penuh ikhlas atau ada nafsu di dalamnya. Atau bisa jadi, sebagian kecil harapan itu sebenarnya sudah mewujud tapi kita tidak mensyukurinya. Kita maunya menunggu yang besar baru bersyukur. Kalau itu terjadi, dimana tanggungjawab kita terhadap harapan kita?

Politeknik Batam, 16 Desember 2009
Seluruh »»

Selasa, Desember 15, 2009


Minangkabau Terlalu Besar Untuk dilecehkan

Teman saya, terganggu dengan komentar seseorang di FB yang menurut beliau telah melecehkan orang Minang. Diantaranya, melecehkan simbol ”carano” yang merupakan salah satu distinctive symbol di Ranah Minang.

Kalaulah boleh saya berpendapat, Minangkabau sebagai ranah, budaya, masyarakat, dan sistem nilai terlalu besar dan kuat untuk dilecehkan. Minangkabau adalah sentral pemikiran dan sentral peradaban. Baca sejarah kepemilikan tanah di Minangkabau lalu bandingkan dengan kepemilikan tanah di Khaibar pada masa khalifah Umar. Baca sejarah pemikiran Yunani lalu bandingkan dengan Negara Kelimanya ES Ito. Pelajari filosofi rantau orang Minang lalu bandingkan dengan fenomenologi Martin Heidegger, dan Eksistensialisme Sartre. Renungkan mamangan ” Bulek Aia dek Pambuluah, Bulek Kato dek Mufakat” lalu bandingkan dengan kekuasaan komunikatif Hannah Arendt. Pelajari strategi tutur dan strategi bisnis orang Minang lalu bandingkan dengan 7 habitsnya Stephen Covey. Pelajari mamangan ”raso dibao naiak pareso dibao turun” lalu bandingkan dengan dengan the law of attraction dalam the Secret yang fenomenal itu, atau the intention experimentnya lynne mcTaggart. Masih banyak lagi.....Dengan kata lain, keminangkabuan dalam segenap aspeknya selaras dengan pemikir-pemikir besar dalam sejarah politik, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Makanya terlalu besar untuk dilecehkan.

Pertanyaannya kemudian, kita orang Minang dimana hari ini? Kalau saya menjawab, orang Minang masih di sekitar-sekitar itu. Tidak jauh dari ”akar”nya, walaupun tidak menambat kadang-kadang. Tapi Ranah Minang adalah ranah yang optimis dan pemilik tutur kata rendah hati dan santun. Kata sahabat saya Anton Permana, kalaupun musibah baru menimpa Ranah Minang, itu karena Allah masih ingat kita. Jangan-jangan tempat lain yang adem ayem itu sudah dibiarkan-Nya. Wallaahu a’lam.

Salam, Condra Antoni, Kampus Politeknik Batam, 4 Desember 2009


Seluruh »»

Senin, Desember 14, 2009



Persoalan Mendasar dibanding UN
(Contoh Kasus Pendidikan Vokasi)
Oleh: Condra Antoni
(Pengajar dan Koordinator Pengembangan Karir Alumni Politeknik Batam)
Harian Sijori Mandiri, 14 Desember 2009--Ketika banjir dukungan untuk menghapus UN semakin meluas, kiranya ada yang perlu diperhatikan di tingkat institusi pendidikan itu sendiri. Sebab, persoalan kualitas pendidikan hari ini bukan sekedar persoalan ada dan tiada Ujian Nasional (UN). Ada laku primordial pendidik dan institusi pendidikan yang butuh pembenahan serius. laku tersebut masih seputar uang, persoalan esensial sebagaimana terjadi dalam kasus-kasus lain yang ”mentradisi” di negeri ini.
Suatu ketika saya bersama seorang rekan trainer motivasi mengadakan training satu hari di sebuah hotel di Batam. Adalah seorang karyawan hotel yang menunggui kami kiranya ada hal-hal teknis yang kami butuhkan yang belum tersedia dari training tersebut. Sebelum training dimulai saya berbincang singkat dengan karyawan tersebut. Dari informasi yang saya peroleh, ternyata dia adalah salah satu karyawan paruh waktu di hotel tersebut. Pagi hari dia bersekolah di salah satu SMK di Batam, sehabis pulang sekolah dia bekerja. Saya lantas bertanya, kenapa bisa masuk ke hotel yang lumayan berkelas tersebut untuk bekerja paruh waktu dengan statusnya sebagai siswa sekolah menengah. Dia mengatakan, bahwa gurunya yang mencarikan pekerjaan. Lalu kompensasinya sang guru menerima 20% dari upah yang diterimanya. Saya bertanya lagi, itu kebijakan darimana? Dia menjawab, di sekolahnya diberlakukan aturan seperti itu. Dia mengatakan, sebagaimana diinformasikan oleh gurunya, bahwa uang itu bukan untuk guru tapi untuk sekolah. Lalu saya bertanya lagi, kalau bukan untuk guru, kenapa uang tersebut tidak diberikan kepada bagian keuangan sekolah. Dia menjawab tidak tahu. Malah dia sedikit membela gurunya itu, bahwa di tempat lain siswa yang dipekerjakan parruh waktu di hotel, misalnya, diwajibkan menyetor 50% dari penghasilannya kepada guru yang mencarikan pekerjaan.
Kisah ini saya dapat dari seorang siswa SMK yang saya simpulkan polos dan bekerja karena tuntutan ekonomi demi meringankan beban orangtuanya. Saya juga tidak melakukan cross chek informasi ke pihak sekolah sebagaimana layaknya yang dilakukan wartawan. Akan tetapi, indikasi seperti ini juga pernah terjadi beberapa waktu yang lalu dengan modus operandi yang berbeda. Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Muslim Bidin, menegur Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 12 Legenda Malaka Batam Center yang melakukan pungutan pemantapan sebesar Rp450 ribu kepada orang tua siswa (Batam Pos, 11 November 2009).
Menjadikan siswa sebagai ”sapi perah” tentunya merupakan ironi dalam institusi pendidikan. Ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan tidak kreatif mengembangkan katakanlah semacam pemberdayaan unit bisnis sekolah. Sehingga lantas yang terjadi adalah pengebirian siswa untuk mendapatkan biaya pengembangan program-porogram tertentu di sekolah.
Padahal khusus untuk SMK, direktorat pembinaan SMK telah menelurkan program bantuan unit produksi sekolah. Program ini sangat mungkin dilakukan untuk SMK karena yang berkesesuian dengan kapasitas SMK sebagai pencetak tenaga-tenaga terampil. Kenapa program tersebut tidak optimal?
Persoalan yang mungkin dihadapi oleh SMK diantaranya, krisis kreatifitas pendidik yang disebabkan faktor individu pengajar. Sebagai contoh di kota Batam. Adalah persoalan partikular ketika menjadi pendidik di Kota Batam misalnya yang notabene kota Industri. Mental bisnis merasuki siapapun dalam multi profesinya. Sebagai pendidik, tentunya godaan untuk mendapatkan uang labeih menjadi besar. Godaan ini kadang ditempuh dengan menjadi pengajar di lebih dari satu institusi. Sebagai guru, misalnya kalau pagi mengajar di sekolah maka sore berupaya untuk mengajar di tempat lain. Hal yang sama kadang juga terjadi pada dosen-dosen di Batam, besar godaan untuk mengajar di lebih dari satu perguruan tinggi. Hal ini semakin dimungkinkan mengingat besarnya biaya hidup di Batam.

Tentunya hal ini berpengaruh pada kreatifitas. Ketika fokus beragam, ditambah lagi jam kerja yang diluar batas normal (pagi dan malam) maka daya kreatifitas menjadi mandul.

Adalah sulit untuk memikirkan bagaimana mengembangkan institusi pendidikan tertentu ketika pengajarnya sibuk dengan berbagai aktifitas di luar. Hal ini tentunya juga bukan serta merta kesalahan sang pengajar tersebut. Alasan ekonomi menjadi prioritas. Sebab sebagimana jamak diketahui menjadi pengajar cenderung tidak menjamin kesejahteraan ekonomi. Institusi utama tempat mereka mengabdi dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi mereka secara layak. Secara sederhana, bagaimana bisa berpikir jernih ketika perut sedang lapar.

Namun kalau mau menelusuri, bukan tidak mungkin untuk mensejahterakan pengajar tersebut. Apalagi untuk ukuran SMK, dimana orientasinya adalah untuk menciptakan lulusan yang ”siap pakai” untuk dunia kerja. Pertanyaannya, mampukah kebijakan institusi dan orang-orang yang berada di dalamnya komit untuk meraih orientasi tersebut? Sementara dari pemerintah sendiri sudah disiapkan kesempatan. Kenyataan yang ada, orientasi cenderung terbengkalai karena kesibukan masing-masing individu. Bagaimana menyiapkan lulusan yang terampil sementara para pendidiknya tidak terampil.

Ketika UN menjadi isu utama akhir-akhir ini, persoalan primordial yang penulis paparkan sebelumnya menjadi teralihkan. Banyak pihak fokus pada persoalan makro dan cenderung mengabaikan persoalan mikro.

Katakanlah karena desakan publik yang semakin meluas, UN tiba-tiba dibatalkan untuk tahun 2010 nanti. lalu pertanyaannya, sudah siapkah sekolah-sekolah di negeri ini untuk memberi alternatif yang lebih baik? Sebab banyak orang yang bisa mengkritik sebuah kebijakan, tapi bingung ketika dimintai solusi. Banyak orang yang menuntut perubahan yang lebih baik, tapi malah akhirnya hanya sekedar menghujat, lalu keadaan semakin memburuk. Banyak orang yang mengkritik dan mendukung sebuah kritikan tapi hanya untuk mengalihkan kritik yang semestinya diarahkan diri mereka.


Ketika menghendaki perubahan yang lebih baik tentunya diperlukan alternatif yang bukan hanya dalam tataran kebijakan nasional. Sebagaimana ditulis sebelumnya, program bantuan unit produksi sekolah adalah salah kebijakan nasional yang tertuang Road Map Direktorat Pembinaan SMK 2006 – 2010 disamping memiliki dasar hukum diantaranya Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tapi dalam prakteknya, program dimaksud cenderung tidak dijadikan prioritas oleh objeknya. Padahal, program tersebut ditujukan untuk pembelajaran bagi semangat berwirausaha guru dan siswa SMK yang pada gilirannya membantu mensejahterakan guru disamping operasional sekolah.

Kesiapan yang dimaksud adalah kemampuan masing-masing sekolah untuk menjadikan institusinya bermartabat. Katakanlah untuk SMK. Sekolah diharapkan menelurkan program-program produktif yang sudah direstui secara nasional untuk memacu dan memicu semangat siswa, guru, dan orang-orang di dalamnya untuk berjiwa kreatif-entrepreneurship-intelektual. Tiga hal yang masih ”langka” di negeri ini. Berjiwa kreatif sederhanya mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya, disamping melihat kelemahan-kelemahan yang ada. Berjiwa entrepreneurship setidaknya sejalan dengan amanat presiden SBY kepada mendiknas yang baru untuk tidak hanya menitikberatkan orientasi pada sisi keilmuan namun jiga jiwa wirausaha (Batam Pos, 30 Oktober 2009). Adapun berjiwa intelektual tetap harus dipertahankan sebagai citra lembaga pendidikan.

Program ini diharapkan akan membuat para pendidik tidak lagi menjadikan siswa sebagai ”sapi perah” untuk mendukung ekonomi pribadi, maupun institusi. Dan juga, para pendidik bisa terbantu kesejahteraannya sehingga bisa fokus pada satu institusi saja. Ini merupakan salah satu fokus yang perlu diseriusi ketika menginginkan UN ditiadakan. Biarkanlah orang-orang seperti bapak Kristiono dan rekan-rekannya fokus pada persoalan UN, sementara yang terlibat langsung dengan institusi pendidikan fokus menyiapkan alternatif ketika UN ditiadakan. Itu kalau benar-benar serius menginginkan peniadaan UN dan menginginkan kualitas pendidikan yang lebih baik di negeri ini.





Seluruh »»